Bak jamur di musim hujan, begitu kata yang tepat untuk melukiskan kemunculan para pendatang baru di dunia tarik suara. Khususnya para artis pemain film, pesinetron ataupun bintang iklan yang kini
Bak jamur di musim hujan, begitu kata yang tepat untuk melukiskan kemunculan para pendatang baru di dunia tarik suara. Khususnya para artis pemain film, pesinetron ataupun bintang iklan yang kini mulai merambah ke dunia barunya, dunia musik. Tak peduli bagaimana kualitas lirik dan suara yang dimiliki, tampil percaya diri dengan bermodalkan tampang dan popularitas kerap menjadi senjata andalan untuk dapat eksis dalam dunia baru mereka. Begitulah wajah dunia musik tanah air kini, suara dan lirik yang kurang berkualitas asal dapat memuaskan permintaan pasar maka tak jadi masalah. Berdalih ingin memanfaatkan kesempatan emas yang ada di depan mata, para pendatang ini tak sungkan untuk meluncurkan debut albumnya di dunia musik tanah air tanpa memedulikan kualitas lirik dan suara yang dimiliki. Akankah hal ini akan memperkeruh dunia musik atau malah memperkaya panggung musik tanah air yang selalu tunduk dengan permintaan pasar?
Sederet nama artis pemain film, pesinetron dan bintang iklan yang pindah jalur tersebut kini tak jarang terpampang di chart musik tanah air. Misalnya saja nama salah satu pendatang tersebut, Olga Syahputra, yang dari awal hingga akhir lirik lagunya hanya mencantumkan satu kalimat dan ditambah lagi dengan kualitas vokal yang kurang memadai, berhasil terpampang dalam chart musik yang juga menjadikannya sebagai presenter. Kreatif atau terkesan memaksa? Bisnis tetaplah bisnis, tengoklah pula pendatang lain yang berpenampilan menarik dan sedang naik daun, Cinta Laura. Aktris yang agak lancar melafalkan bahasa Indonesia ini pun telah dapat singgah dalam chart musik tanah air, apalagi didukung dengan produser yang telah menunjukkan taring dalam dunia produksi musik tanah air, Ahmad Dhani. Maka tak heran jika ia dapat ikut eksis dalam dunia tarik suara saat ini tanpa perlu memiliki kualitas vokal yang cukup.
Sama halnya dengan Titi Kamal, yang kini mencoba untuk mencari peruntungan di dunia tarik suara. Bermula dari sebuah peran dalam film, namun karena mendapat respon yang positif dari para penonton, why not ? Walau pada kenyataannya seringkali suara yang didendangkannya secara live di panggung agak sedikit menggangu telinga.
Agak terdengar miris, namun itulah kenyataannya. ‘Aji mumpung’ merupakan kata-kata yang mungkin tepat jika ternyata para pendatang tersebut hanya numpang lewat dan tidak dapat bertahan untuk eksis di dunia baru mereka. Karena memang sesungguhnya modal utama seorang penyanyi ialah kualitas suaranya. Jadi tak dapat dipungkiri jika ternyata kualitas suara seorang penyanyi akan menentukan usia karirnya kelak dalam dunia tarik suara. Oleh karena itu, pembuktian diri dan tanggung jawab atas kreatifitas yang telah dibuat dengan tetap berlatih dan berkarya setidaknya cukup membantu untuk dapat tetap eksis di jagad musik tanah air.
Oleh: Febri Y
Kamis, 04 Juni 2009
‘Aji Mumpung’
Label: Tulisan Wajib Divisi Penerbitan
Diposting oleh EcopOnline di 12.14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar