Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira, diseluruh pantai Indonesia, kau tetap pujaan bangsa, siapa berani menurunkan engkau serentak rakyatmu membela, Sang merah putih yang perwira berkibarlah selama-lamanya…
Dirgahayu Republik Indonesiaku...
Sudah 63 tahun negara ini berdiri, menjadi sebuah bangsa yang besar dan ditandai dengan berkibarnya bendera sang saka merah putih yang gagah dan perwira.
Nasionalisme begitu penting dimiliki seluruh anak bangsa. Mengapa? Tak lain adalah karena akar dari semua loyalitas dan kontribusi terhadap bangsa dan negara adalah nasionalisme. Bagaimana jiwa kita bergetar setiap kali Merah Putih dikibarkan, atau ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dengan khidmat. Atau kebanggaan yang tersirat ketika pagi ini pengibaran Sang Saka Merah Putih dilaksanakan di depan berbagai elemen bangsa dan para duta negara dunia. Dan yang paling membanggakan adalah ketika malam sebelumnya Merah Putih dikibarkan dan Indonesia Raya dinyanyikan di kota Beijing ketika pasangan bulutangkis Hendra Setiawan/Markis Kido merebut medali emas pertama Indonesia.
Kebanggaan-kebanggaan kecil tersebut diharapkan dapat membawa aura semangat dan dukungan terhadap kemajuan bangsa dan negara ini. Dan kebanggaan itu seharusnya mencerminkan tingkat nasionalisme terhadap bangsa ini.
Terkadang ketika kita berbicara tentang nasionalisme, kita cenderung berpikir tentang sesuatu yang begitu usang untuk dikuak, dan sepertinya merupakan hal yang tidak terlalu penting untuk dibahas. Untuk itu penulis bertujuan mengingatkan kembali akan pentingnya nasionalisme tersebut kepada pembaca karena sepertinya sikap negatif yang terjadi pada bangsa ini, seperti korupsi, terorisme dan pencurian kekayaan intelektual negara bersumber dari kurangnya rasa memiliki (sense of belonging) bangsa ini terhadap semua itu, juga kekurangan akan rasa nasionalisme. Hal tersebut harus dibenahi sedini mungkin dan hanya dapat dilakukan dengan memberikan kesadaran akan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
Realita yang menimpa bangsa ini, terutama generasi muda, karena adanya apatisme terhadap bangsa dan negara. Sedikitnya dukungan kita terhadap negara mengakibatkan pudarnya kepedulian kita terhadap masalah bangsa. Hal tersebut akan menjadi masalah karena sekecil apapun dukungan kita akan memberikan aura yang positif bagi kemajuan bangsa, dan terlepas dari itu kita merupakan aset dan harapan terbesar bangsa ini.
***
Ada cerita menarik di blog yang biasa penulis baca, ada mahasiswa yang sedang kuliah S2 di luar negeri memasang ringtone “Indonesia Raya” untuk SMS masuk di ponselnya. Pada suatu hari, ketika mahasiswa itu sedang naik angkutan umum untuk berangkat kuliah, ponselnya berbunyi dan kebetulan ada orang Indonesia lain di dalam angkutan tersebut. Sewaktu ponsel tersebut berbunyi, orang itu langsung berdiri dan meminta si mahasiswa untuk tidak menghentikan bunyi ringtone-nya. Yang paling membuat penulis terkejut adalah orang itu ikut bernyanyi sambil menghormat layaknya peserta upacara bendera.
Hal tersebut menarik untuk penulis. Bukan atas refleks orang tersebut yang berdiri sembari memberi hormat, tetapi pada hal yang dirasakannya ketika mendengar lagu Indonesia Raya yang lama tak didengarnya. Dan hal tersebut mencerminkan kerinduan yang besar terhadap tanah air.
***
Tidak perlu pergi jauh ke negara lain untuk melihat seberapa besar nasionalisme kita, karena sikap tersebut dapat dipupuk dimanapun dan kapanpun. Hal yang diperlukan adalah kesadaran. Klasiknya, kesadaran akan berbangsa dan bernegara, serta menjadi pribadi sosial yang menghargai hak orang lain. Kita juga harus senantiasa menghargai sejarah dan menjadikannya sebagai hikmah, yang baik perlu ditiru dan dikembangkan sedangkan yang buruk perlu dieliminasi dari perbuatan.
Mudah-mudahan kita sebagai generasi muda, generasi harapan bangsa ini, ke depannya mampu menjadi fajar yang terbit setelah sekian lama gelap membekap jiwa. Menjadi generasi yang tidak hanya pandai mengkritik dan menghujat, tetapi juga mampu memberikan solusi atas dasar dukungan yang sehat terhadap berjalannya pemerintahan di negeri ini.
Oleh: Hadi Purnomo
Kamis, 04 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar